Dewi Safitri

Samarinda

Saya bergabung dengan Sophie Paris di tahun 2003. Saya mengenal Sophie dari teman saya. Awalnya saya hanya konsumen yang suka memesan produknya karena saya lihat tas-tas yang dipakai teman saya itu sangat bagus dan cantik modelnya. Akhirnya saya pun tertarik untuk bergabung, karena diskonnya 30%. Di tahun 2006 saya mulai serius dan fokus untuk mengejar SLC.

Dalam menjalankan bisnis Sophie, kita harus menjadi pribadi yang kuat. Jangan pernah menyerah! Memang penolakan ketika merekrut itu adalah tantangan terbesarnya. Tapi kalau kita terus maju tak gentar, pasti kita akan menemukan sendiri caranya untuk merekrut yang tepat sehingga mengurangi persentase penolakan-penolakan. Jadikan pengalaman penolakan tersebut motivasi untuk merekrut lebih banyak lagi, jangan pernah kecil hati dan menjadi patah semangat karenanya. Cintai apa yang kita kerjakan sehingga semuanya dapat dijalani dengan perasaan suka cita dan lapang dada. Perlihatkan bahwa Sophie memang memberi bukti bukan hanya sekedar janji. Kita semua bisa menghasilkan uang bersama Sophie kalau kita memang fokus menjalaninya.

Bersama Sophie saya sudah menikmati jalan-jalan ke Bali, Bandung, Surabaya, Bogor, Jogjakarta, Singapura 2x, Malaysia, Vietnam, Filipina dan Thailand 2x. Saya juga berhasil membeli sebuah sepeda motor, sebuah mobil dan melakukan renovasi rumah dengan penghasilan dari Sophie. Kembali ke kalimat saya tadi, Sophie memberi bukti bukan janji. Saya yang berpendidikan sampai sekolah menengah saja bisa berhasil dengan Sophie, jadi saya yakin semua orang juga pasti bisa, asal ada kemauan dan fokus yang tinggi.